Bahasa visual Ali Bone membangun makna dalam imaji

14456784_10154572120741306_573006318_o

Pengantar kurasi Firman Lie pada Pameran Tunggal Ali Bone

Melukis buat seorang seniman bukan saja menuangkan gagasan. Ali Bone melukis pada kenyataannya bukan hanya mengekspresikan pemikiran-pemikirannya yang mendalam, melainkan juga mengaktifkan satu rentangan luas makna-makna yang telah ada dan mengendap dalam sistem-sistem bahasa dan budaya visual. Semua ini bisa dilihat pada lukisan Ali Bone telah bertemu antara tokoh wayang dengan tokoh-tokoh hero yang berasal dari komik. Wayang bertemu tokoh Superman, imaji semacam ini tentu menyampaikan suatu gagasan tertentu, dalam dunia seni lukis Ali Bone menjadi suatu metoda sintesa penyampaian visual. Yang sekaligus menghadirkan makna tertentu.

Dalam makna seni tidak terbakukan dalam suatu relasi tunggal dengan objek-objek atau peristiwa-peristiwa di dunia. Makna muncul dalam relasi-relasi dari persamaan dan perbedaan yang dimiliki visual di dalam kode bahasa makna. Identitas  -seperti juga kesadaran-  terstruktur seperti bahasa. Hal ini pararel dengan keyakinan perupa Ali Bone ketika memilih objek-objek lukisannya, makna tentunya tidak terletak dalam objeknya. Melainkan kitalah yang memastikan/ menetapkan makna atas hal-hal yang kita lihat pada lukisan Ali Bone dengan pemahaman makna dikontruksikan dengan suatu sistem representasi.

Sehingga objek lukisan bisa merepresentasikan apa yang kita tetapkan dengan kode, yang bisa berbicara tentang hidup yang esensi. Kerisauan Ali Bone mengamati situasi yang dialami sepenuhnya adalah situasi yang sebetulnya juga kita rasakan juga.

Sebegitu beratnya situasi yang terjadi telah tertuang pada warna lukisan Ali Bone yang cenderung mengarah ke warna-warna yang bernuansa gelap. Ini menrepresentasikan antara realitas yang dialami, diamati maupun gagasan yang sesudah itu menjadi karya-karya seni lukisnya melalui subjek lukisan, seperti tokoh-tokoh tradisi perwayangan dan tokoh imaji komik dengan rakyat bergabung dalam ruang yang luas namun padat. Menikmati lukisan yang penuh narasi Ali Bone ingin mengajak kita merenung yang ia renung.*

 

0 Responses to “Bahasa visual Ali Bone membangun makna dalam imaji”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Hai … blogger,

Blog ini ingin menyajikan sosok Firman Lie sebagaimana adanya dia sebagai seorang perupa, seorang pendidik dan seorang manusia yang ingin bermakna pada kehidupan.

Foto Aktivitas

Doa-Kebahagiaan1

Pameran-berdua-di-Jambi

pameran-di-malaysia

pameran-di-japan-foundation

Metromini-2

pameran-tunggal-di-Japan-Foundation

horizontal

Simbol Ritual 2

kammaloka

Simbol Ritual 1

Lebih Banyak Foto

Jumlah Pengunjung

  • 12,812 pengunjung

%d blogger menyukai ini: